Curhat Seorang Anak - Juli

Curhat Seorang Anak


Aku dtawari nikah sama orang yang sudah "mampu" yang belum pernah kukenal padahal sudah ada yg kugadang gadang sejak lama dan ada tanda tanda positif, apakah ini suatu cobaan bagi keteguhan cintaku?.atau suatu usaha untuk memisahkan? atau menjual diri, menjual cinta? Mengapa sebagian orang tidak menghargai proses? Atau mungkin selama ini mereka pikir, fikiranku kosong...tidak memikirkan tentang masa depanku? Kalau memang peduli saudara dan ingin tulus ihlas menolong kan semestinya ditanyakan siapa orang yang selama ini diharapkan, tanpa embel embel yang lain dan tanpa mengarahkan pada pilihan yang lain atau mengatur lebih jauh dengan panjang angan-angan.



Curhat Seorang Anak Bimbang
Curhat Seorang Anak


Meskipun katakanlah kita bukan keturunan orang yang bahagia, tapi setidak nya kita masih punya kesempatan mendapatkan apa yang kita yakini itu. jangan sampai kita semua berdosa hanya karena berlarut larut dan tidak fokus dalam soal ini. Janganlah kita berkhianat terhadap suatu keputusan atau ketetapan semula karena itu adalah tergolong orang munafik. Kita musti belajar berjiwa besar dengan menghargai pilihan sodara sendiri dengan tidak menyampaikan kata kata yang mengandung keberatan atas pilihannya, hanya karena di kemudian hari ada yang lain yang mungkin lebih bagus. disinilah integritas harkat / kehormatan kita sebagai pribadi berpendirian diuji apakah akan dipertaruhkan atau dikuatkan.


Tinggalkan Komentar: